Puisi : "Kawanku dan Aku" By : Chairil Anwar

Puisi : "Kawanku dan Aku" By : Chairil Anwar

Kamis, 01 Mei 2014, 23.47
Kami sama pejalan larut
Menembus kabut
Hujan mengucur badan

Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan

Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat

Siapa berkata-kata?
Kawanku hanya rangka saja
Karena dera mengelucak tenaga

Dia bertanya jam berapa?

Sudah larut sekali
Hilang tenggelam segala makna
Dan gerak tak punya arti

TerPopuler