Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pegawai Kemenkeu Ditemukan Tewas Di Kamar Kos Setelah Mengeluh Demam

Sabtu, 28 Maret 2020 | 18:12 WIB Last Updated 2020-03-28T11:12:31Z
Pegawai  (Kemenkeu) Rezka Hastara ditemukan tewas di kamar indekosnya, di wilayah Senen
Jasad korban diketahui setelah warga mencium aroma tidak sedap dari dalam kamar korban di Jalan Bungur Besar, Jumat (27/3). Korban diperkirakan meninggal sejak dua atau tiga hari lalu. Menurut info yang didapat, Reska tinggal sendirian di kamar lantai dua. "Saya lihat tiga hari lalu terakhir masih lihat. Sebelumnya korban sudah mengaku kalau dirinya sudah sakit sejak sepuluh hari lalu, mengaku sih sakit pusing kepala. Dia biasanya sering nyuruh beli makanan," ucap salah seorang saksi.

Karena curiga bau tidak sedap, saksi membongkar kaca nako kamar korban. Terlihat korban sudah kaku.   Sebelumnya, korban menjadi notulen rapat pada Senin (16/3) di Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kemenkeu. Pada saat itu korban menderita demam sehingga pimpinan dan anggota rapat memintanya segera pulang dan cuti.

Sore harinya, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kemenkeu, mendapat laporan ada satu CPNS LMAN Kemenkeu yang menjadi suspect covid-19 oleh Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kabar itu kemudian direspon dengan menutup LMAN pada Selasa (17/3) untuk dilakukan penyemprotan disinfektan. LMAN juga memberlakukan work from home (WFH) kepada 50 persen pegawainya. Korban Reska termasuk pegawai yang kebagian WFH.

Jumat (20/3), LMAN memperluas WFH menjadi 81,25 persen. Kemudian, Kamis (26/3) LMAN memperluas WFH menjadi 100 persen. Pada Jumat (27/3), Divisi SMAKKI mengadakan rapat koordinasi via konferensi video, tetapi korban Reska tidak muncul. Jumat sekitar jam 14.45 WIB, pimpinan mendapat kabar bahwa Reska telah meninggal.

Jasad korban sudah dibawa Dinas Kesehatan DKI Jakarta dengan petugas berseragam lengkap penanganan covid-19 ke RSCM untuk diautopsi. Polsek Senen masih menyelidiki penyebab kematian korban. Aparat belum bisa menyebut korban meninggal karena virus corona.

×
Berita Terbaru Update