Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Memperingati MayDay FSPMI Melakukan aksi secara virtual di medsos

Jumat, 01 Mei 2020 | 09:56 WIB Last Updated 2020-05-19T14:10:59Z


Jakarta, Memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh 1 Mei 2020 atau yang sering di sebut dengan istilah "Mayday". Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melalui aksi secara virtual di media sosial.

FSPMI menyuarakan tiga hal dasar tuntutannya kepada pemerintah saat ini, yaitu tolak Omnibus Law, stop pemutusan hubungan kerja (PHK), dan liburkan buruh dengan upah serta THR 100 persen.

"Tema yang kami angkat tahun ini adalah, 'Dana for solidarity pangan dan kesehatan', ucap sekjen Dewan Pimpinan Pusat FSPMI Riden Hatam Aziz, Seperti yang di lansir dari cnn indonesia, Jumat (01/mei/2020).

lanjut Riden "Di hari buruh ini kami tidak melakukan unjuk rasa atau aksi di tempat-tempat umum atau di gedung-gedung pemerintah. Kami melakukan aksi di medsos,"

Riden juga mengatakan para buruh menyampaikan tuntutannya pada peringatan Hari Buruh Internasional 2020 ini melalui saluran Facebook, Twitter, Instagram, dan pesan grup WhatsApp.

Dimana dalam aksinya, FSPMI akan mengupload galery foto dan video terkait perjuangan buruh di laman media sosial Facebook suara FSPMI serta twitter dan instagram @fspmi_kspi.

dan dalam postingannya juga menggunakan tanda pagar (tagar) #TolakOmnibusLaw, #StopPHK dan #LiburkanBuruhDenganUpahTHRPenuh.

Riden menjelaskan, aksi secara virtual ini dinilai efektif berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan FSPMI minggu lalu.

FSPMI menginstruksikan seluruh anggotanya untuk mengirim WA ke, Ketua DPR RI, para Wakil Ketua, Ketua Baleg, dan Fraksi DPR RI berupa #Batalkan Omnibuslaw #Tunda pembahasannya, fokus lawan Covid-19.

"Cukup efektif, dengan bukti Ketua Baleg dan para wakil DPR RI merespon dengan cara mereka menulis di Tweet dan IGnya bahwa aksi terbesar para buruh melalui medsos baru kali ini, hebat, solid!," kata Riden.

Aksi peringatan hari buruh internasional melalui media sosial telah dimulai sejak pukul 04.00 WIB, buruh kembali akan menyuarakan tuntutannya melalui media sosial pada pukul 10.00 WIB dan 12.00 WIB.

Terkait tuntutan buruh, salah satunya terkait PHK, FSPMI menerima laporan ratusan buruh di-PHK selama masa pandemi Covid-19, begitu juga dengan buruh yang dirumahkan.

Secara nasional jumlah buruh anggota FSPMI yang diPHK tercatat sebanyak 507 orang dan yang dirumahkan sebanyak 20 orang serta diputus kontrak sebanyak 14 orang.

"Ke depan diperkirakan akan bertambah kecenderungannya," kata Riden. (Antara/osc) (cnnindonesia)
×
Berita Terbaru Update