Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pria Selingkuhan Ajak Ceweknya Ketemuan Yang Datang Suaminya, Mati lah.

Rabu, 10 Juni 2020 | 09:06 WIB Last Updated 2020-06-10T02:26:49Z
Yendi pelaku penganiayaan pemuda Surabaya yang menggoda istri sirinya hingga tewas saat di Polres Gresik, Selasa (9/6/2020).

SURABAYA - Kalau sudah gini siapa yang harus disalahkan?

Sudah tahu si wanita punya orang, masih saja digodain.

Nyawa pun melayang alias MODAR!.

Ceritanya bermula saat suami si istri siri membaca chat WA (WhatsApp) mesra yang dikirim si pemuda Surabaya.

Bagaimana kisahnya, simak berita selengkapnya:

Seorang pria dianiaya hingga tewas di atas jembatan Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur  karena motif asmara.

Korban dianiaya seorang diri oleh pelaku yang merupakan suami siri.

Pelaku diketahui berusia 35 tahun bernama Yendi.

Dia mengontrak rumah bersama istri siri nya di jalan Kapuas RT 08/RW02, Kecamatan Manyar.


Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto mengatakan pelaku nekat menghabisi korbannya bernama Hadi Kirana Saputra (28) warga jalan Greges Barat VI No. 20, Tambaksarioso, Asemrowo, Surabaya dengan tangan kosong.

Karena geram dengan ulah korban yang kerap menghubungi istrinya.

"Modusnya karena ada faktor asmara, karena korban dinilai ada hubungan perselingkuhan dengan istri siri tersangka. Dianiaya dengan tangan kosong," ujarnya di halaman Mapolres Gresik, Selasa (9/6/2020).

Dikatakannya, pelaku yang ditangkap di rumahnya sendiri itu mencium bau perselingkuhan dari handphone istri sirinya.

Korban berusia 28 tahun itu nekat menggoda istri sirinya.

Saat itu dia membaca percakapan istri sirinya di WhatsAp (WA) hingga ke chat paling atas.

Emosinya memuncak dan berusaha menemui korban yang nekat menggoda istri sirinya itu.

"Dia mengecek HP istrinya ada hubungan asmara lain, dipancing untuk bertemu," terangnya.


Tersangka mengendarai sepeda motor Honda Vario W 6531 BX pada Minggu (7/6/2020) malam.

Kemudian, korban juga datang seorang diri karena tergiur saat dipancing untuk bertemu di jembatan prambangan yang sepi dan gelap.

Korban datang dari Surabaya mengendarai sepeda motor Honda CS1 L 5940 CD. Mengenakan pakaian putih dan celana.

Ternyata yang ditemui korban adalah tersangka alias suami dari wanita yang digodainya selama ini.

"Ketemu langsung dianiaya menggunakan tangan kosong. Korban timbul luka kemudian jatuh dan mengalami pendarahan di kepala hingga meninggal dunia di rumah sakit," paparnya.

Alumnus Akpol 2001 ini menambahkan aksi penganiayaan dilakukan seorang diri tanpa direncana.

Mengetahui korbannya sudah lemas tak berdaya, tersangka langsung pulang ke rumah.

"Dilakukan spontanitas ya, tersangka mengakui perbuatannya dan langsung mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kita tangkap di rumah," tegasnya.

Tersangka dijerat dengan pasal 338 subsider pasal 351 ayat 3 KUHP.



Wajah dan Tubuh Penuh Luka

Sebelumnya, seorang pria ditemukan pingsan di jembatan layang Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik

Korban menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Si pemuda Surabaya yang menjadi korban diketahui bernama Hadi Kirana Saputra. Pemuda berusia 28 tahun itu adalah warga Jalan Greges Barat VI nomor 20, RT 04/RW 01 Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo, Surabaya.

Hadi nama panggilannya diduga menjadi korban pengeroyokan saat melintas di Jembatan Layang Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas.

Saat ditemukan, korban Hadi di sekujur tubuh dan wajahnya ada beberapa luka.

Tergeletak di tepi jembatan mengenakan pakian berwarna putih.

Warga yang melintas berusaha menyelamatkan korban dengan membawa ke IGD. Kondisi korban lemas, dengan muka lebam terutama di bagian mata sebelah kiri.

Kanit Reskrim Polsek Kebomas Iptu Sujai membenarkan ada pemuda yang tergeletak di Jembatan Layang Desa Prambangan.

“Terduga pelaku penganiayaan sudah kami amankan,” ucapnya, Senin (8/6/2020).

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyebut terduga pelaku sudah diamankan kurang dari 24 jam.

Pelaku berinisial Y sudah diamankan oleh anggotanya. Barang bukti penganiayaan juga telah diamankan.

“Anggota di lapangan masih terus melakukan penyelidikan, besok akan direlease mohon waktu,” pungkasnya. (tribunnews.com)
×
Berita Terbaru Update