Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Warga Desa Tanjung Selamat,GEGER, siswi SMK tewas dibunuh pamannya sendiri

Kamis, 29 Oktober 2020 | 18:54 WIB Last Updated 2020-10-29T11:57:10Z
siswi SMK berinisial MJ (15) tewas dibunuh pamannya sendiri di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara
Siswi SMK berinisial MJ (15) tewas dibunuh pamannya sendiri di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara 


Seorang perempuan yang tercatat masih siswi SMK berinisial MJ (15) tewas dibunuh pamannya sendiri di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada Kamis (15/10/2020).


Sebelum dibunuh pamannya sendiri, ternyata korban sempat bermain bersama teman-temannya di sore hari sebelum kejadian nahas tersebut, Kamis (15/10/2020).


MJ merupakan siswi Kelas X SMK Sultan Iskandar Muda Medan


Teman korban, Lena Sari Laila (14) menyebutkan dirinya bersama korban sejak pagi hingga sore bersama-sama belajar daring dan bermain Tiktok.


"Kami dari pagi sampai jam setengah 4 sore sama-sama. Ya, belajar daring ngerjain tugas karena mau mid semester, terus selesai itu sempat main tiktok," ungkapnya kepada tribunmedan.com di lokasi rumah duka Jalan Tanjung Selamat, Gang Karo-Karo, Desa Tanjung Selamat, Deliserdang, Jumat (16/10/2020).


Ia menyebutkan saat itu dirinya hanya berdua dengan korban, karena ibunya sedang bekerja.


"Kami berdua saja di situ, karena ibunya juga pergi kerja di daerah Tanjung Sari karena ayahnya juga sudah meninggal, kasihan enggak ada kawannya," jelas Lena.



Lena menyebutkan bahwa saat itu ia tak punya firasat akan terjadi sesuatu yang aneh terhadap temannya itu akan terjadi sesuatu.


"Saya merasa enggak ada masalah, di situ kami masih ketawa-ketawa bareng. Dia juga bilang enggak ada masalah kok dibilangnya," jelas Lena.


Lena menyebutkan bahwa MJ adalah anak yang baik dan periang semasa hidupnya.


"Enggak nyangka aja bakal begini, kami terkejut saat tahu tadi pagi kabar ini, padahal kami baru jumpa. Semoga pelaku dihukum seberat-beratnya," tegasnya.


Tangis histeris ibu korban saat melihat anak gadisnya disemayamkan di rumah duka.


Dengan berjalan terhuyung-huyung, Butet Erlina (42) langsung mendekati jenazah anaknya.


Tangis Erlina pun pecah saat memeluk tubuh anaknya yang telah dibalut kain kafan.


"Anakku...anakku sayang, cepat kali kau tinggalkan ibumu ini," teriaknya disambut histeris abang korban yang berada di samping jenazah dan para warga yang melayat.


"Tega kali yang bunuh kau ini dek," teriak abang korban histeris.


Nenek korban Sutiha yang menyambut cucunya dari RS Bhayangkara, juga terlihat menangis tak henti-hentinya.


"Ya Allah cucuku itu ya Allah, kasihan sekali ya Allah," teriaknya.


Bahkan Nenek Sutiha sempat pingsan dan harus dibopong oleh warga ke rumah warga untuk diungsikan.


Amatan Tribun, ratusan warga yang merupakan keluarga korban dan temannya telah memadati rumah duka untuk melihat kondisi korban.


Ketika jenazah dibawa, para keluarga dan teman korban tampak menangis histeris.


Pelaku baru pulang dari Aceh dan pernah dipenjara karena kasus narkoba


Informasi yang dihimpun Tribunmedan.id, niat awal terduga pembunuh MJ di kamar rumahnya, adalah untuk mencuri pada Kamis (15/10/2020) malam.


Kepling Dusun IA Tanjung selamat, Rahmad Hidayat menuturkan bahwa pelaku telah mencuri barang milik korban yaitu laptop dan handphone.


"Yang hilang dari rumah korban itu laptop dan tiga hp milik korban dan keluarga," tuturnya saat diwawancarai Tribunmedan.id, Jumat di lokasi.


Hidayat menyebutkan bahwa terduga pelaku pernah dipenjara dengan kasus narkoba.


"Iya udah pernah dipenjara, kasus narkoba," tuturnya.


Keluarga korban, Dayat yang ikut membuka pintu langsung menyebutkan bahwa terduga pelaku Supri baru pulang merantau dari Aceh.


"Terduga pelaku itu baru pulang Rabu 14 Oktober ini merantau dari Aceh, dia ini tukang bangunan. Dari kejadian itu laptop dan tiga hpnya korban hilang," ungkapnya.



Bercak darah di celana dalam korban


Ia menyebutkan bahwa benar saat ditemukan celana dalam korban terdapat bercak darah dan pihak kepolisian telah ada memberitahu kalau ada tindakan pelecehan.


"Informasi dari keluarga memang benar ada darah di celana dalam korban. Terus waktu kejadian itu celana korban sudah turun, terus dibagusi ibunya. Tadi pun pihak kepolisian sudah kasih tahu di RS Bhayangkara kalau ada tindakan pelecehan," ungkapnya.


Dayat menyebutkan bahwa pelaku ditangkap pihak kepolisian dalam kurun waktu 3 jam.


"Tiga jam langsung dapat pelakunya, si Supri ini kakinya pincang, itu informasi dari warga yang lihat di TKP," ungkapnya.


Rahmad menyebutkan bahwa awal kejadian bermula ketika rumah korban ditemukan digembok dan harus dicongkel.


“Saya sendiri setengah 11 malam baru dikabarin, informasi dari keluarga jam setengah 10 malam itu baru dibongkar, karna digedor enggak ada yang jawab, baru rumah itu dicongkel, dan baru ketahuan kalau mayat sudah ada didalam," terangnya.


Ia menyebutkan kondisi korban sudah tergeletak di mana tangan dan kakinya diikat.


"Korban tergeletak di tempat tidur, posisi kaki teruntai ke bawah. Terus separuh badan di tempat tidur, terlentang. Kalau informasi diikat, iya diikat,” ujarnya.


Rahmad menjelaskan bahwa ada bekas darah di celana dalam korban seperti bekas pemerkosaan.


"Menurut kelurganya anaknya ada bercak darah di celana dalam korban," tuturnya.


Ia menyebutkan bahwa warga telah mengamankan terduga pelaku bernama Supri yang


"Pelaku sudah diamankan polisi atas nama Supri itu pamannya sendiri," tutur Rahmad.


Kanit Reskrim Polsek Sunggal AKP Budiman Simanjuntak telah membenarkan kejadian pembunuhan tersebut.


"Benar (pembunuhan), rilisnya sudah kami share," cetusnya.


Pelaku Berhasil Ditangkap


Polrestabes Medan dan Polsek Sunggal berhasil tangkap pelaku pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMK  berusia 15 tahun inisial MJ.


Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan pelaku tunggal yakni S (40) yang merupakan paman korban sendiri.


Adapun korban berinisial MJ ditemukan tewas dalam posisi tangan dan leher terikat di dalam kamar.


Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko mengatakan, pelaku ditangkap sekitar 17 jam setelah kejadian.


"Sekitar 17 jam, rekan-rekan Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal berhasil mengungkap kasus pembunuhanan, perampokan dan pemerkosaan. Di mana pada tanggal 14 Oktober, sekitar pukul 04.00, ibu korban didatangi oleh tersangka, yang merupakan paman korban. Kedatangannya untuk pinjam uang ke kakaknya, (ibu korban)," ujarnya saat pimpin pengungkapan kasus di Mapolrestabes Medan, Jumat (16/10/2020).


Lanjut Kapolrestabes Medan, pada pukul 06.30 WIB, ibu korban berangkat kerja.


Sore hari pukul 19.00, ibu korban pulang ke rumah namun kondisi rumah terkunci dan lampu mati.


"Kemudian ibu korban minta tolong saudaranya untuk mendobrak pintu rumah. Ketika masuk, didapati putrinya, korban (15) sudah tergeletak di kasur dengan kondisi tangan terikat di belakang dan celana terbuka yang dipasang terbalik dan celana dalam korban berlumur darah," bebernya.


Dari hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Sunggal, berhasil diungkap bahwa tersangka yakni paman korban sendiri, yaitu S.


Dalam kasus ini, pihak kepolisian mengamankan tiga orang pria.


"Untuk pelaku pemerkosaan dan pembunuhan serta pencurian dilakukan S sendiri. Dua rekannya berperan menjual hasil kejahatan yang dilakukan saudara S," ungkapnya.


Pelaku mengatakan bahwa dirinya terlilit utang.


Kejadian pembunuhan dan pencurian diketahui setelah ibunya masuk ke dalam rumah dan melihat kondisi anaknya sudah tidak bernyawa.


"Kemudian ibu korban melihat barang-barang milik korban sudah tidak ada, seperti laptop dan dan empat uni HP raib," ucapnya. (mft/vic/tribunmedan.com)


×
Berita Terbaru Update